admin@smkn1sintang.sch.id (0565) 21377

Aksi Nyata Guru Penggerak SMK N 1 Sintang

Home >Berita >Sabtu, 12 Februari 2022 >Aksi Nyata Guru Penggerak SMK N 1 Sintang

Salam Bahagia..... 

Peran dari guru penggerak yaitu bagaimana menjadi Pemimpin pembelajaran, Menggerakkan komunitas praktisi, Menjadi Coach bagi guru yang lain, Mendorong kolaborasi antara guru dan Mewujudkan Kepemimpinan pada murid. Jadi, langkah utama yang perlu diperhatikan sebelum seorang guru atau tenaga pendidik terjun langsung ke lapangan untuk mewujudkan profil pelajar pancasila, hal yang harus betul-betul dipahaminya adalah tentang nilai-nilai dan peran dari seorang guru penggerak itu sendiri agar mampu mewujudkan agen-agen perubahan dalam dunia pendidikan sesuai dengan tuntutan di era revolusi industri ini.

  Pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara dinilai masih relevan untuk diterapkan pada dunia pendidikan saat ini. Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Ki Hadjar Dewantara juga mengemukakan bahwa dalam proses menuntun, anak perlu diberikan kebebasan dalam belajar serta berpikir, dituntun oleh para pendidik agar anak tidak kehilangan arah serta membahayakan dirinya. Semangat agar anak bisa bebas belajar, berpikir, agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan berdasarkan kesusilaan manusia ini yang akhirnya menjadi tema besar kebijakan pendidikan Indonesia saat ini, Merdeka Belajar.

 Semangat Merdeka Belajar yang sedang dicanangkan ini juga memperkuat tujuan pendidikan nasional yang telah dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, dimana Pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang “beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kedua semangat ini yang kemudian memunculkan sebuah pedoman, sebuah penunjuk arah yang konsisten, dalam pendidikan di Indonesia. Pedoman tersebut adalah Profil Pelajar Pancasila (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020).

Seorang Guru dalam menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah adalah melalui keyakinan kelas. Keyakinan ini merupakan nilai-nilai kebajikan atau prinsip-prinsip universal yang disepakati bersama secara universal. Suatu keyakinan akan lebih memotivasi seseorang dari dalam, atau memotivasi secara intrinsik. Peserta didik akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan. Untuk membangun keyakinan kelas ini melibatkan peserta didik dan guru di mana semua warga kelas bercurah pendapat, menyepakati, dan menemukan nilai kebajikan dari kesepakatan yang dilakukan bersama-sama. Dengan keyakinan kelas ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap gotong-royong, berkebhinekaan global, dan juga pribadi yang beriman, bertaqwa kepada tuhan YME serta berakhlak mulia.

Kegiatan Semirnar sehari ini dimulaia dengan pembukaan oleh Kepala SMKN 1 Sintang ibu Maria Victoria, M.Pd beliau menyampaikan tentang pentingnya dan manfaat mengikuti progam guru penggerak untuk meningkatkan PBM di kelas yang berimbas pada perbaikan mutu sekolah, maka dari itu ibu kepala sekolah memberikan motivasi bagi peserta seminar untuk mengikuti program ini selama 9 bulan.

Fasilitator yang berbagi materi antara lain Herman Hidayat, ST, M.Pd, M.Saifudin, S.Pd, M.Pd dan Heru Irvanny, ST ketiga calon guru penggerak melakukan pengimbasan kepada peserta seminar yang di hadiri oleh 20 guru SMKN 1 Sintang. Pada Pelaksanaan fasilitator menjelaskan tentang Filosofi KHD, Peran dan Nilai Guru Penggerak, Visi Guru penggerak dan Budaya Positif. Peserta seminar sabagat antusias dengan banyak pertanyaan-pertanyaan tentang materi dan aksi yang dilakukan oleh Calon guru penggerak. Sesuai tujuannya, guru penggerak diharapkan menjadi motor penggerak di sekolah. Kemudian menggerakkan guru lainnya sehingga terwujud pembelajaran yang efektif. Belajar, Bergerak dan Berbagi.